Next
assignment adalah membuat tulisan tentang hal apa yang ingin kamu teliti!
GREAT!
Be
a nice story.
Sebagai
mahasiswa teknik sipil tingkat 3, bukanlah hal baru bagi saya dalam hal teliti
meneliti. Karena dalam keseharian kami belajar, ada beberapa mata kuliah yang
mewajibkan mahasiswanya melakukan praktikum, hal ini tentunya menjadi awal mula
teliti meneliti di kalangan kami mahasiswa teknik sipil Universitas Syiah
Kuala. Beberapa praktikum mengajarkan kami memahami apa sebenarnya konsep yang
ingin diajarkan oleh mata kuliah yang kami ambil, sehingga nantinya diharapkan
mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut dan melakukan praktikum akan
mengetahui tujuan dari mata kuliah tersebut dengan jelas dan mudah.
Bergerak
dari beberapa cerita di atas, saya pernah menjadi salah satu anggota tim yang
proposal penelitiannya didanai oleh dikti melalui program kreatifitas
mahasiswa. Dan berlanjut ke seleksi PIMNAS sampai akhirnya berhasil membawa
pulang medali perak untuk UNSYIAH. Jadi, meneliti adalah menjadi salah satu
bagian dari my track work. Bukan berarti juga setiap apa yang ingin saya
teliti berjalan dengan lancar-lancar saja, tetap ada hambatannya yang jelas prevent me untuk meneliti. Bicara soal meneliti maka
tentunya kita butuh support dana yang besar yang tergantung pada seberapa besar
program penelitian kita. Untuk proposal PKM-P saya tahun kemarin saja, tim kami
gagal mendapat kepercayaan dari dikti untuk melanjutkan ide meneliti kami.
Tapi, niat meneliti tetap menjadi pendorong semangat saya. Berdasarkan apa yang
saya pelajari sejauh ini, tidak ada pengetahuan yang datang sendiri mendekati para scientist tanpa ada penelitian terlebih
dahulu. Akan ada kajian-kajian terhadap hal-hal yang mengganjal yang nantinya
menjadi ilmu yang bisa diwariskan ke anak cucu kita. Keep thinking!!
Jadi,
untuk ide yang harus dipikirkan dan direalisasikan, untuk sekarang ini saya
lebih ingin meneliti ilmu teknik sipil dibidang transportasi. Beberapa judul
penelitian sering muncul dalam pikiran saya, namun domain mindnya tetap
pada tema KEMACETAN.
Hal
yang paling ingin saya selesaikan sekarang dengan kapasitas saya sebagai calon
enginer adalah masalah kemacetan yang terjadi di sekitar kita. Tentunya
berdasarkan ilmu teknik sipil yang saya punya. Ingin rasanya menyelesaikan
masalah keseharian seperti kemacetan dengan program-program yang di desain oleh
ilmu sipil.
Terhadap
permasalahan kemacetan yang kita hadapi sekarang ini, muncul ide saya untuk
mulai berbenah diri dimulai dari sistem tata kota yang ada di daerah-daerah di
Indonesia. Karena awal mula teratur tidaknya suatu kota dapat ditinjau dari
sistem tata kota yang diterapkan oleh kota itu sendiri. Contohnya saja bergerak
dari kota kita yaitu kota Banda Aceh, yang sekarang ini tak kalah dengan
kota-kota lain macetnya. Hal yang muncul dipikiran saya adalah bagaimana cara
kita memanfaatkan sistem jaringan jalan yang ada dan angkutan umum yang ada
dengan desain tata kota sedemikian mungkin memudahkan pergerakan, malah sering
terpikir oleh saya, sepertinya akan lebih menyenangkan kalau ada angkutan umum
berbasis RAPID TRANSIT seperti monorel, MRT (Mass Rapid Transit) atau bahkan
maglev (kereta tercepat) sekalipun. Namun masalah krusial yang timbul sekarang
yaitu kemacetan di ruas jalan yang diakibatkan oleh melonjaknya angka
penggunaan sepeda motor di kalangan masyarakat dan angkutan umum yang mulai
ditinggalkan oleh masyarakat. Hal itu serta merta mengakibatkan kemacetan
menjadi masalah yang sulit untuk dipecahkan. Bayangkan saja untuk daerah Banda
Aceh, kenderaan bermotor diminati oleh berbagai kalangan dan lapisan
masyarakat, tidak terkecuali anak-anak remaja sekarang yang tak kenal batasan
umur dalam hal memiliki kenderaan bermotor. Miris kelihatannya, zaman yang
sebegini maju tapi disikapi oleh watak manusia yang bukannya maju tapi malah
mundur. Tidak ada penegakan hukum yang benar untuk penggunaan sepeda motor bagi
anak di bawah umur, dan lagi-lagi hal yang harus dikakukan adalah memaksimalkan
peran kelembagaan, harus ada punishment terhadap
hal-hal yang tidak wajar di kehidupan bermasyarakat.
Kata
macet untuk sekarang terdengar wajar. Padahal jelas hal tersebut tidak wajar.
Di era semaju ini dan di luar negeri sana orang-orang sudah lupa dengan kata
macet. Namun di negeri kita sendiri kata macet sangan familiar bahkan menjadi
kata-kata yang anteng saja didengar. Di mana rasa kritis kita sebagai
masyarakat berpendidikan, yang semestinya tidak akan diam saja menerima kondisi
seperti ini. Di mana setiap paginya kita berangkat dari rumah dan disambut
dengan berjam-jam antrian kenderaan di sepanjang jalan. Banyak dari kita seakan
tidak acuh dengan masalah yang ditimbulkan oleh yang namanya KEMACETAN. Entah
karena lupa diri oleh sebab keseringan merasakan, entah juga karena adanya
sifat malas di pribadi masyarakat kita.
Sebagai
mahasiswa yang kritis, sudah seharusnya mahasiswalah yang harus menggerakkan
roda pengetahuan. Sehingga setiap masalah yang timbul di masyarakat akan ada
solusi yang bisa dicapai. Tidak berdiam diri saja dan menerima perlakuan
keseharian yang berimbas pada kebiasaan.
Kembali
kepada niat saya meneliti. Setelah bercerita cukup jauh terhadap masalah apa
yang kita hadapi sekarang ini. Keinginan terbesar saya adalah ingin meneliti
hal-hal yang berkaitan dengan transportasi terutama kemacetan yang terjadi
sekarang ini. Belajar ilmu teknik transportasi, mulai menerapkan dalam
kehidupan, dan berujung pada hasil yang memuaskan yaitu NO TRAFFIC JAM ANYMORE.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar