Sabtu, 16 Maret 2013

Traffic Jam


Next assignment adalah membuat tulisan tentang hal apa yang ingin kamu teliti!
GREAT!
Be a nice story.

Sebagai mahasiswa teknik sipil tingkat 3, bukanlah hal baru bagi saya dalam hal teliti meneliti. Karena dalam keseharian kami belajar, ada beberapa mata kuliah yang mewajibkan mahasiswanya melakukan praktikum, hal ini tentunya menjadi awal mula teliti meneliti di kalangan kami mahasiswa teknik sipil Universitas Syiah Kuala. Beberapa praktikum mengajarkan kami memahami apa sebenarnya konsep yang ingin diajarkan oleh mata kuliah yang kami ambil, sehingga nantinya diharapkan mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut dan melakukan praktikum akan mengetahui tujuan dari mata kuliah tersebut dengan jelas dan mudah.
Bergerak dari beberapa cerita di atas, saya pernah menjadi salah satu anggota tim yang proposal penelitiannya didanai oleh dikti melalui program kreatifitas mahasiswa. Dan berlanjut ke seleksi PIMNAS sampai akhirnya berhasil membawa pulang medali perak untuk UNSYIAH. Jadi, meneliti adalah menjadi salah satu bagian dari my track work. Bukan berarti juga setiap apa yang ingin saya teliti berjalan dengan lancar-lancar saja, tetap ada hambatannya yang jelas prevent me untuk meneliti. Bicara soal meneliti maka tentunya kita butuh support dana yang besar yang tergantung pada seberapa besar program penelitian kita. Untuk proposal PKM-P saya tahun kemarin saja, tim kami gagal mendapat kepercayaan dari dikti untuk melanjutkan ide meneliti kami. Tapi, niat meneliti tetap menjadi pendorong semangat saya. Berdasarkan apa yang saya pelajari sejauh ini, tidak ada pengetahuan yang datang sendiri mendekati  para scientist tanpa ada penelitian terlebih dahulu. Akan ada kajian-kajian terhadap hal-hal yang mengganjal yang nantinya menjadi ilmu yang bisa diwariskan ke anak cucu kita. Keep thinking!!
Jadi, untuk ide yang harus dipikirkan dan direalisasikan, untuk sekarang ini saya lebih ingin meneliti ilmu teknik sipil dibidang transportasi. Beberapa judul penelitian sering muncul dalam pikiran saya, namun domain mindnya tetap pada tema KEMACETAN.
Hal yang paling ingin saya selesaikan sekarang dengan kapasitas saya sebagai calon enginer adalah masalah kemacetan yang terjadi di sekitar kita. Tentunya berdasarkan ilmu teknik sipil yang saya punya. Ingin rasanya menyelesaikan masalah keseharian seperti kemacetan dengan program-program yang di desain oleh ilmu sipil.
Terhadap permasalahan kemacetan yang kita hadapi sekarang ini, muncul ide saya untuk mulai berbenah diri dimulai dari sistem tata kota yang ada di daerah-daerah di Indonesia. Karena awal mula teratur tidaknya suatu kota dapat ditinjau dari sistem tata kota yang diterapkan oleh kota itu sendiri. Contohnya saja bergerak dari kota kita yaitu kota Banda Aceh, yang sekarang ini tak kalah dengan kota-kota lain macetnya. Hal yang muncul dipikiran saya adalah bagaimana cara kita memanfaatkan sistem jaringan jalan yang ada dan angkutan umum yang ada dengan desain tata kota sedemikian mungkin memudahkan pergerakan, malah sering terpikir oleh saya, sepertinya akan lebih menyenangkan kalau ada angkutan umum berbasis RAPID TRANSIT seperti monorel, MRT (Mass Rapid Transit) atau bahkan maglev (kereta tercepat) sekalipun. Namun masalah krusial yang timbul sekarang yaitu kemacetan di ruas jalan yang diakibatkan oleh melonjaknya angka penggunaan sepeda motor di kalangan masyarakat dan angkutan umum yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Hal itu serta merta mengakibatkan kemacetan menjadi masalah yang sulit untuk dipecahkan. Bayangkan saja untuk daerah Banda Aceh, kenderaan bermotor diminati oleh berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, tidak terkecuali anak-anak remaja sekarang yang tak kenal batasan umur dalam hal memiliki kenderaan bermotor. Miris kelihatannya, zaman yang sebegini maju tapi disikapi oleh watak manusia yang bukannya maju tapi malah mundur. Tidak ada penegakan hukum yang benar untuk penggunaan sepeda motor bagi anak di bawah umur, dan lagi-lagi hal yang harus dikakukan adalah memaksimalkan peran kelembagaan, harus ada punishment terhadap hal-hal yang tidak wajar di kehidupan bermasyarakat.
Kata macet untuk sekarang terdengar wajar. Padahal jelas hal tersebut tidak wajar. Di era semaju ini dan di luar negeri sana orang-orang sudah lupa dengan kata macet. Namun di negeri kita sendiri kata macet sangan familiar bahkan menjadi kata-kata yang anteng saja didengar. Di mana rasa kritis kita sebagai masyarakat berpendidikan, yang semestinya tidak akan diam saja menerima kondisi seperti ini. Di mana setiap paginya kita berangkat dari rumah dan disambut dengan berjam-jam antrian kenderaan di sepanjang jalan. Banyak dari kita seakan tidak acuh dengan masalah yang ditimbulkan oleh yang namanya KEMACETAN. Entah karena lupa diri oleh sebab keseringan merasakan, entah juga karena adanya sifat malas di pribadi masyarakat kita.
Sebagai mahasiswa yang kritis, sudah seharusnya mahasiswalah yang harus menggerakkan roda pengetahuan. Sehingga setiap masalah yang timbul di masyarakat akan ada solusi yang bisa dicapai. Tidak berdiam diri saja dan menerima perlakuan keseharian yang berimbas pada kebiasaan.
Kembali kepada niat saya meneliti. Setelah bercerita cukup jauh terhadap masalah apa yang kita hadapi sekarang ini. Keinginan terbesar saya adalah ingin meneliti hal-hal yang berkaitan dengan transportasi terutama kemacetan yang terjadi sekarang ini. Belajar ilmu teknik transportasi, mulai menerapkan dalam kehidupan, dan berujung pada hasil yang memuaskan yaitu NO TRAFFIC JAM ANYMORE.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar